Penyakit Parkinson ( PD ) merupakan penyakit degeneratif saraf yang berkembang secara perlahan pada sebagian orang. Pada sebagian orang, gejala parkinson berkembang dari ringan menjadi berat seiring berjalannya waktu, dan mereka akan hidup bertahun-tahun dengan penyakit ini.

Penjelasan secara singkat, mekanisme terjadinya parkinson diakibatkan oleh, sel otak pada seseorang secara perlahan berhenti memproduksi zat neurotransmitter yang disebut dopamin . Dengan terus berkurangnya dopamin , seseorang akan mengalami kekurangan dan kemampuan dalam mengatur gerakan tubuh serta emosi mereka. Penyakit Parkinson sendiri bukan merupakan penyakit yang fatal atau berbahaya sekali. Namun, penyakit ini dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang selama hidupnya. Sehingga akan berdampak pada emosi, perasaan, serta mengalami kendala dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Sampai saat ini belum ada obat-obatan yang dapat menyembuhkan pasien menjadi normal. Yang dapat dilakukan oleh dokter saat ini adalah membantu pasien parkinson untuk dapat mempertahankan kualitas hidup pasien, dengan meringankan dan mengendalikan gejala-gejalanya.

Secara normal , ada sel-sel otak ( neuron ) dalam otak manusia yang menghasilkan zat dopamine . Neuron ini berkonsentrasi di daerah tertentu dari otak , yang disebut substantia nigra . Dopamin adalah zat kimia yang berfungsi menghantarkan pesan antara substantia nigra dan bagian lain dari otak untuk mengontrol gerakan tubuh manusia . Dopamin membantu manusia untuk menghasilkan gerakan otot secara halus dan terkoordinasi . Ketika sekitar 60 sampai 80 % dari sel-sel yang memproduksi dopamin tersebut rusak , dan tidak menghasilkan cukup dopamin , gejala motorik penyakit Parkinson akan muncul, dan terjadilah proses penurunan sel-sel otak yang disebut neurodegeneration. Gejala pada tiap – tiap pasien parkinson berbeda-beda, sehingga setiap pasien parkinson belum tentu mendapatkan terapi atau pengobatan yang sama. Meski begitu , ada pola atau ciri khas perkembangan penyakit Parkinson yang didefinisikan secara bertahap.

Tahapan Parkinson 
Grade I

Selama tahap awal ini , orang memiliki gejala ringan yang umumnya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari . Tremor dan gejala gerakan lainnya terjadi pada satu sisi tubuh saja. Teman dan keluarga mungkin akan melihat perubahan postur, berjalan dan ekspresi wajah . 

Grade II

Pada tahap dua dari Parkinson , gejala mulai memburuk . Tremor , kekakuan dan gejala gerakan lainnya mempengaruhi kedua sisi tubuh . Gangguan berjalan dan sikap tubuh yang buruk dapat terlihat menjadi jelas . Dalam tahap ini , orang masih dapat melakukan aktifitas sendiri, akan tetapi dalam menyelesaikan tugas sehari- hari menjadi lebih sulit dan mungkin akan memakan waktu lebih lama. 

Grade III

Tahap tiga dianggap pertengahan tahap dalam perkembangan penyakit . Kehilangan keseimbangan dan lambatnya gerakan menjadi ciri utama dari fase ini. Pasien lebih sering terjatuh. Meskipun orang tersebut masih sepenuhnya dapat melakukan aktifitas sendiri, gejala yang dimiliki dapat secara signifikan mengganggu kegiatan sehari-hari seperti berpakaian dan makan . 

Grade IV

Selama tahap ini, Gejala parkinson dapat menjadi parah dan sangat membatasi diri pasien dalam berkatifitas. Pasien mungkin dapat berdiri tanpa bantuan, akan tetapi saat berjalan akan mebutuhkan bantuan. Pasien tidak dapat melakukan aktivitas hidup sehari-hari tanpa bantuan orang lain .

Grade V

Ini adalah tahapan yang paling akhir dan melemahkan pasien parkinson. Kekakuan pada kaki dapat membuat tidak mungkin untuk berdiri atau berjalan dengan baik . Pasien akan membutuhkan kursi roda dalam berjalan atau hanya terbaring di tempat tidur . pada tahap ini pasien akan mengalami halusinasi dan delusi. 

Gejala Motorik

Gejala penyakit Parkinson bervariasi dari orang ke orang dan berubah seiring waktu . Tapi diagnosis Parkinson hanya akan dipertimbangkan ketika dua dari empat gejala motorik utama muncul selama periode waktu tertentu.

Empat Gejala Motorik yang Utama pada Parkinson sebagai berikut :

Di singkat TRAP

 Tremor

Gerakan yang tidak terkendali, atau tremor pada saat istirahat . Tremor biasanya terjadi di tangan, tetapi juga bisa muncul di bagian lain dari tubuh, termasuk pada bibir, rahang atau kaki . Gejala ini biasanya membaik ketika seseorang mulai melakukan tugas atau menggunakan anggota tubuh dalam beberapa cara. Dan akan menjadi buruk jika pasien mengalami kondisi stress, gugup, panik atau ada pemicu dari stressor.

Rigidity

Kekakuan pada lengan, atau kaki. Otot tubuh pada pasien akan  terasa luar biasa ketat , kaku atau pegal . Gejala ini dapat terjadi pada satu sisi atau kedua sisi tubuh . 

Akinesia/Bradikinesia

Lambatnya gerakan, juga disebut bradikinesia . Gejala ini membuat pasien menjadi lebih sulit untuk memulai dan melakukan tindakan fisik seperti bangun tidur , mengancingkan baju atau bahkan berbicara.  

Postural Instability

Gangguan keseimbangan, pada pasien parkinson akan terjadi gangguan keseimbangan dan merasa akan jatuh saat berdiri, yang biasa disebut dengan instabilitas postural. Seseorang dengan ketidakstabilan postural akan memiliki masalah dengan berjalan, keseimbangan dan berputar balik. Pasien juga sering terjatuh sendiri dan tanpa disadari. Instabilitas postural merupakan salah satu gejala yang paling umum dan menyulitkan aktifitas pasien di kemudian hari.  

 

Gejala sekunder motorik dari Parkinson meliputi:

  • Tulisan tangan, menjadi kecil, dan sempit, disebut Micrographia.
  • Ayunan tangan berkurang pada bagian tubuh yang terkena.
  • Freezing – istilah yang digunakan untuk menggambarkan fenomena terjebak di tempat ketika mencoba untuk berjalan atau sulit mengangkat kaki saat berjalan.
  • Kehilangan ekspresi wajah karena kekakuan otot wajah, yang disebut hypomimia.
  • Volume rendah suara atau suara teredam, disebut hypophonia.
  • Kecenderungan untuk jatuh ke belakang, yang disebut retropulsion
  • Penurunan kemampuan refleks otomatis seperti berkedip dan menelan.
  • Diskinesia

 

Gangguan Non-Motorik Meliputi :

  • Gangguan perasaan seperti depresi, kecemasan dan mudah tersinggung.
  • Perubahan kognitif seperti masalah dengan perhatian terfokus dan perencanaan, perlambatan kesulitan berpikir, bahasa dan memori, perubahan kepribadian, demensi.
  • Halusinasi dan delusi.
  • Hipotensi ortostatik ( penurunan tekanan darah ketika berdiri, merasa pusing).
  • Gangguan tidur seperti insomnia, kantuk di siang hari yang berlebihan ( EDS ), gangguan perilaku gerakan mata atau berkedip cepat ( RBD ), , berbicara dan bergerak saat tidur , gelisah kaki sindrom ( RLS ) / periodik gangguan gerakan kaki ( PLMD ).
  • Sembelit dan cepat kenyang ( perasaan kenyang setelah makan dalam jumlah kecil ).
  • Rasa sakit.
  • Kelelahan.
  • Gangguan penglihatan.
  • Keringat berlebihan, terutama dari tangan dan kaki, meskipun tidak melakukan aktifitas berat.
  • Peningkatan ketombe ( dermatitis seborrhea ) atau kulit berminyak.
  • Urgensi kemih , frekuensi dan inkontinensia.
  • Hilangnya indra penciuman.
  • Masalah seksual.
  • Masalah Berat badan.
  • Gangguan kontrol impulsif seperti makan berelebihan, biasanya efek samping obat .
Gejala Campuran motorik dan non – motorik 

Gejala PD yang sama yang terjadi di otot-otot tubuh seperti tremor , kekakuan dan gerakan lambat juga dapat terjadi pada otot-otot yang digunakan dalam berbicara dan menelan, sehingga mengakibatkan perubahan sebagai berikut :

  • Suara menjadi lembut atau volume kecil.
  • Drooling atau air liur berlebihan.
  • Gangguan menelan